Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Klasifikasi Xylocarpus Granatum

0
Klasifikasi xylocarpus granatum - Tanaman Xylocarpus granatum merupakan tanaman yang hidup di daerah pasang surut air laut. Tanaman ini sering dijumpai dengan kepemilikan akar napas.

Klasifikasi Xylocarpus Granatum

Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Class: Magnoliopsida
Order: Sapindales
Family: Meliaceae Juss.
Genus: Xylocarpus
Spesies : Xylocarpus granatum König

Xylocarpus granatum memiliki habitus pohon dengan ketinggian mencapai 8 meter. Batang berwarna merah kecoklatan. Permukaan batang halus. Pada bagian tertentu dari batang terdapat bagian dari kulit batang yang mengelupas.

Diameter batang besar. Sistem perakaran Xylocarpus granatum merupakan perakaran papan dan plank roots. Perakaran papan dari Xylocarpus granatum berupa sistem perakaran yang berbentuk seperti papan. Akar keluar dari batang secara radial. Akar berwarna coklat gelap dan agak kehitaman karena tertutup oleh substrat. Plank roots merupakan sistem perakaran yang menjalar seperti perakaran normal namun bedanya perakaran ini berada di atas permukaan tanah. Perkembangan akar seperti ular yang meliuk-liuk.

Xylocarpus Granatum

Klasifikasi Xylocarpus Granatum

Daun Xylocarpus granatum merupakan daun compound yaitu sistem daun yang memiliki ibu tangkai daun, dimana dari ibu tangkai ini keluar tangkai-tangkai daun (daun majemuk). Daun tersusun secara alternate yaitu susunan dimana letak daun berselangseling, pada satu sisi dengan ketinggian yang sama hanya terdapat satu daun.

Bentuk daun eliptical, bentuk ujung daun dan pangkal daun sama. Apabila daun dilipat pada bagian tengah, akan tegak lurus tulang daun, maka akan didapatkan bentuk simetri daun ujung daun tumpul, panjang daun 7-12 cm, warna daun hijau. Bunga dan buah Xylocarpus granatum tidak ditemukan dalam pengamatan kali ini, karena pohon tidak berbunga dan berbuah, sehingga tidak dapat dilakukan usaha membuat profil tentang bunga dan buahnya.

Teknologi Reproduksi Pada Tumbuhan, Hewan dan Manusia

0
Teknologi reproduksi pada tumbuhan, hewan dan manusia semakin berkembang. Teknologi reproduksi merupakan cara untuk menghasilkan individu baru yang sifatnya sesuai keinginan melalui serangkaian prosedur ilmiah. Teknologi reproduksi itu dapat dilakukan dengan beberapa cara.

Teknologi Reproduksi Pada Tumbuhan, Hewan dan Manusia

Teknologi Reproduksi Pada Tumbuhan, Hewan dan Manusia

1. Kultur Jaringan
Kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali.

2. Inseminasi Buatan
Inseminasi buatan adalah proses pembuahan dengan cara memasukkan sperma ke dalam rahim. Kesempatan hamil dengan program ini rata-rata berkisar 5-25%. Empat sampai enam minggu sebelum jadwal inseminasi, calon ibu diminta minum pil hormonal untuk merangsang terjadinya ovulasi, yakni proses matang dan keluarnya sel telur.

3. IVF (In Vitro Fertilization)
Program bayi tabung atau dalam bahasa latinnya in vitro fertilization (IVF) adalah sebuah teknologi kedokteran yang digunakan untuk membuahi sel telur wanita (ovum) di mana proses pembuahan tersebut terjadi di luar rahim. IVF adalah salah satu metode untuk mengatasi masalah kesuburan ketika metode lainnya tidak berhasil dilakukan guna mendapatkan keturunan.

4. ICSI (Intracitoplasmic Sperm Injection)
ICSI juga merupakan salah satu teknologi kedokteran yang mampu mengatasi masalah kesuburan dan membantu agar reproduksi. Sekilas, ICSI menggunakan proses yang sama seperti program bayi tabung (IVF). Akan tetapi, cara sel telur dan sel sperma disatukan itu berbeda. Dengan IVF, sperma akan berenang menuju telur dan mencoba untuk membuahinya. Sedangkan ICSI, hanya membutuhkan sebuah sperma saja dan dokter akan menginjeksikannya secara langsung pada sel telur.

Artinya, tidak ada perbedaan antara ICSI dan IVF dalam konteks perawatan yang dijalani. Satu-satunya perbedaan adalah cara telur dibuahi di laboratorium.

5. Rekayasa Genetika
Rekayasa genetika adalah suatu usaha memanipulasi sifat genetik suatu makhluk hidup hidup untuk menghasilkan makhluk hidup yang memiliki sifat yang diinginkan. Rekayasa genetika dapat dilakukan dengan menambah, mengurangi, atau menggabungkan dua materi genetik (DNA) yang berasal dari dua organisme berbeda.

Semoga beberapa informasi teknologi reproduksi pada tumbuhan, hewan dan manusia di atas dapat membantu anda.

Klasifikasi Usnea Sp

0
Klasifikasi usnea sp - Usnea biasa disebut dengan kayu angin.  Tanaman ini tumbuh tegak atau tumbuh menggantung dipohon-pohon yang biasanya dijumpai di daerah pegunungan. Usnea Sp tumbuh menempel pada substrat pada suatu cakram pelekat menyerupai rambut abu-abu atau kehijauan. Usnea terlihat sangat mirip dengan lumut Spanyol, begitu banyak sehingga nama latin tanaman terakhir itu berasal dari bahasa-bahasa spanyol, (Tillandsiausneoides, )

Klasifikasi Usnea Sp dapat dilihat seperti berikut ini ;


  • Kingdom: Plantae
  • Divisi: Thallophyta
  • SubDivisi: Lichenophyta(Lichenes)
  • Classis : Ascolichenes
  • Ordo: Lecanorales
  • Famili: Parmeliaceae
  • Genus: Usnea
  • Spesies: Usnea sp.
Klasifikasi Usnea Sp

Klasifikasi Usnea Sp


Klasifikasi Quercus Suber

0
Klasifikasi quercus suber cukup sederhana, bisa dilihat seperti di bawah ini :

Klasifikasi Quercus Suber

  • KINGDOM  : Plantae
  • PHYLUM  : Tracheophyta
  • CLASS  : Magnoliopsida
  • ORDER  : Fagales
  • FAMILY : Fagaceae
  • GENUS  : Quercus L.
Quercus Suber merupakan tanaman gabus yang tumbuh cukup lambat dan mampu bertahan hingga 250 tahun. Kulit tanaman ini bergelombang tak beraturan dan dipanen untuk kebutuhan industri gabus.

Klasifikasi Quercus Suber

Klasifikasi Quercus Suber



Rantai Makanan dan Jaring-jaring Makanan

0
Untuk memahami pengertian rantai makanan dan jaring-jaring makanan, maka perlu kita ketahui bahwa setiap mahluk hidup membutuhkan makanan. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lainnya, sehingga timbul suatu hubungan ketergantungan makanan antara individu satu dengan yang lain. Dari hal itulah alasan adanya rantai makanan.

Pengertian Rantai Makanan dan Jaring-jaring Makanan

1. Rantai Makanan
Rantai Makanan adalah peristiwa makan dan dimakan dengan urutan dan arah tertentu. Dalam proses makan dan dimakan ini terjadi perpindahan energi dari produsen ke konsumen, lalu ke pengurai.

Rantai makanan selalu dimulai dengan tumbuhan hijau yang berperan sebagai produsen. Tumbuhan hijau akan dimakan oleh herbivora sehingga herbivora disebut sebagai konsumen tingkat satu. Herbivora akandimakan oleh karnivora sehingga karnivora disebut sebagai konsumen tingkat dua, begitu seterusnya. Sementara itu, pengurai akan mendapatkan energi dari produsen dan konsumen yang telah mati. 

Rantai Makanan

Rantai Makanan

2. Jaring-jaring Makanan
Di dalam sebuah ekosistem, baik daratan ataupun perairan, rantai makanan yang satu berhubungan dengan rantai makanan yang lain sehingga membentuk suatu jaring-jaring makanan. Jadi, jaring-jaring makanan merupakan sekumpulan rantai makanan yang saling berhubungan.

Dalam kehidupan nyata, satu jenis produsen dalam ekosistem tidak hanya dimakan oleh satu jenis konsumen. Begitu pula sebaliknya, satu jenis konsumen tidak tergantung pada satu jenis produsen saja. Sebagai contoh, kambing tidak hanya memakan rumput, melainkan juga memakan jenis dedaunan lainnya.

Jaring-jaring Makanan

Jaring-jaring Makanan


Soal Sistem Gerak Pada Manusia

0
Soal Sistem Gerak Manusia

Soal Sistem Gerak Pada Manusia


Contoh Soal Sistem Gerak Manusia Biologi SMP Semester (SM) 1

1. Sistem tubuh yang berfungsi sebagai penyangga, pemberi bentuk tubuh,dan alat gerak pasif adalah …
A. Otot
B. Rangka
C. Saraf
D. Pencernaan
2. Tulang penyusun lengan bawah adalah …
A. Tulang sternum dan belikat
B. Tulang tibia dan fibula
C. Tulang radius dan ulna
D. Tulang skapula dan belikat
3. Tulang rahang atas disebut …
A. Mandibula
B. Patela
C. Zigomatik
D. Maksila
4. Tulang tempurung lutut disebut juga …
A. Skapula
B. Phalanges
C. Patela
D. Kalkaneum
5. Tulang pipi disebut juga …
A. Frontal
B. Parietal
C. Zigomatik
D. Nasal
6. Tulang kering disebut juga …
A. Femur
B. Tibia
C. Fibula
D. Patela
7. Sendi peluru terdapat pada bagian …
A. Tengkorak
B. Bahu
C. Siku
D. Ibu jari
8. Sendi mati terdapat pada bagian …
A. Tengkorak
B. Bahu
C. Siku
D. Ibu jari
9. Sendi engsel terdapat pada bagian
A. Tengkorak
B. Bahu
C. Siku
D. Ibu jari
10. Sendi pelana terdapat pada bagian …
A. Tengkorak
B. Bahu
C. Siku
            D. Ibu jari