Showing posts with label Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Pertanian. Show all posts

Cara membuat pestisida organik cair

0
Pestisida yang harganya semakin naik menjadi halangan untuk sebagian besar petani. Cara membuat pestisida organik cair berikut semoga dapat membantu sebagai alternatif pengerjaan pembasmian hama tanaman anda.
Cara membuat pestisida organik cair

Cara membuat pestisida organik cair


Tembakau (Nicotium tabacum)

Tembakau diambil batang atau daunnya untuk digunakan sebagai bahan pestisida alami. Caranya rendam batang atau daun tembakau selama 3 – 4 hari, atau bisa juga dengan direbus selama 15 menit. Kemudian biarkan dingin lalu saring. Air hasil saringan ini bisa digunakan untuk mengusir berbagai jenis hama tanaman.

Cara membuat pestisida organik cair
Tanaman tembakau
Saripati tembakau dapat dipakai untuk membuat pestisida organik cair dengan cara tertentu.

Tuba, Jenu (Derriseleptica)
Bahan yang digunakan bisa dari akar dan kulit kayu. Caranya dengan menumbuk bahan tersebut sampai betul-betul hancur. Kemudian campur dengan air untuk dibuat ekstrak. Campur setiap 6 (enam) sendok makan ekstrak tersebut dengan 3 liter air. Campuran ini bisa digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis hama tanaman.

Cara membuat pestisida organik cair
 Tuba / Jenu

Tanaman tuba atau yang dikenal luas "jenu" juga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif racun hama tanaman.


Temu-temuan (Temu Hitam, Kencur, Kunyit)
Bahan diambil dari rimpangnya, yang kemudian ditumbuk halus dengan dicampur urine (air kencing) sapi. Campuran ini diencerkan dengan air dengan perbandingan 1 : 2 – 6 liter. Gunakan untuk mengendalikan berbagai jenis serangga penyerang tanaman.

gambar tanaman kencur
 Gambar tanaman kencur

Kucai (Allium schonaoresum)
Kalau menggunakan kucai, cara meramunya adalah dengan menyeduhnya, yang kemudian didinginkan. Kemudian saring. Air saringannya ini mampu untuk memberantas hama yang biasanya menyerang tanaman mentimun Bunga Camomil (Chamaemelum spp) Bunga yang sudah kering diseduh, kemudian dinginkan dan saring. Gunakan air saringan tersebut untuk mencegah damping off atau penyakit rebah.

Bawang Putih (Allium sativum)
Bawang putih secara alami akan menolak banyak serangga. Tanamlah di sekitar pohon buah dan lahan sayuran untuk membantu mengurangi masalah-masalah serangga. Bawang putih, begitu juga dengan bawang bombai dan cabai, digiling, tambahkan air sedikit, dan kemudian diamkan sekitar 1 jam. Lalu berikan 1 sendok makan deterjen, aduk sampai rata, dan kemudian ditutup. Simpan di tempat yang dingin selama 7 – 10 hari. Bila ingin menggunakannya, campur ekstrak tersebut dengan air. Campuran ini berguna untuk membasmi berbagai hama tanaman, khususnya hortikultura.

Sekian informasi mengenai  cara membuat pestisida organik cair semoga membantu.

Tips agar pohon pepaya pendek dan berbuah lebat

0
Tips agar pohon pepaya pendek dan berbuah lebat perlu anda ketahui agar memudahkan pada saat pemanenan. Salah satu cara untuk mempermudah proses pemetikan buah papaya yaitu dengan membuat pohon lebih pendek. Walaupun sebenarnya anda dapat memetik pepaya dengan galah yang telah dipasangi semacam keranjang tangkap untuk memetiknya. Akan tetapi tidak ada salahnya jika anda mengetahui tentang tips agar pohon pepaya pendek dan berbuah lebat berikut ini.

Tips agar pohon pepaya pendek dan berbuah lebat

 Tips agar pohon pepaya pendek dan berbuah lebat


Apa yang harus dilakukan untuk itu?
  1. Setelah bibit pepaya yang kita tanam berusia sekitar 1 bulan atau ketinggian 40-50 cm, potong pupusnya agar tumbuh beberapa tunas di batang bawah. 
  2. Tunggu sekitar 10 hari tunas baru akan bermuculan. Setelah itu batang pohon pepaya dipotong lagi sekitar 15 cm dari tanah atau dari tunas ke-3 / ke-5. Agar bekas potongan tidak membusuk sebaiknya dibungkus plastik. 
  3. Seminggu setelahnya mulai dilakukan seleksi tunas. Sisakan satu saja yang paling bagus. 4. Setelah itu lakukan perawatan terhadap pohon pepaya sebagaimana biasa. Insya Allah, dalam beberapa bulan ke depan bunga bakal buah pun mulai bermunculan.
TAMBAHAN :
Menyiapkan Bibit yang Baik Sebelumnya tentu kita harus mempersiapkan bibit yang bagus agar tanaman mampu berbuah maksimal. Tanaman pepaya biasa diperbanyak dengan biji, maka sebaiknya pilih benih pepaya dengan syarat berikut:
  • Diambil dari buah yang masak penuh di pohon 
  • Dari tanaman induk yang bebas dari hama dan penyakit 
  • Produksinya tinggi dan kualitas buahnya baik 4. Ukuran biji seragam 5. Biji diambil dari buah bagian ujung.
Biji diambil dari buahnya dengan cara memotong buah dengan pisau. Pemotongan dilakukan dengan hati-hati jangan sampai melukai biji. Kemudian biji dikeluarkan dari buahnya. Yang dipakai sebagai benih adalah biji-biji yang terdapat di ujung buah. Dalam 1 buah hanya diambil kira-kira 2/3 nya dan sisanya tidak dipakai.

Tips agar pohon pepaya pendek dan berbuah lebat

 Tips agar pohon pepaya pendek dan berbuah lebat


Biji-biji yang terdapat pada pangkal buah dekat tangkai buah biasanya daya kecambahnya lebih rendah dibanding yang di ujung buah. Hal ini karena pada bagian pangkal biasanya buah pepaya lebih kecil, sehingga pertumbuhan biji dalam buah juga kurang baik. Ini yang berpengaruh terhadap perkecambahan biji pepaya. Biji-biji yang sudah dikeluarkan dari buahnya kemudian dicampur dengan abu dapur dan diangin-anginkan selama 3 hari. Setelah itu disimpan di tempat yang lembab sambil menunggu waktu penyemaian. Biji pepaya dapat ditanam langsung atau melalui pembibitan dahulu. Untuk mendapatkan bibit yang baik dan pertumbuhan tanaman yang baik, sebaiknya dilakukan pembibitan dahulu baru dipindah tanam di lapangan.

Sebagai tempat pembibitan digunakan kantong-kantong plastik (polybag). Kantong-kantong plastik diisi campuran tanah lapisan atas dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1 : 1. Pupuk kandang atau kompos yang digunakan harus sudah masak, yaitu dengan jalan dikomposkan lebih dahulu. Pupuk kandang yang masih baru atau belum masak tidak baik untuk campuran media tanam, dan akibatnya dapat mematikan tanaman yang ditanam.

Setelah kantong plastik diisi media, kemudian dibuat lobang-lobang kecil pada kantong plastik untuk saluran pembuangan air siraman yang tidak dapat dimanfaatkan bibit. Air yang berlebihan di dalam kantong plastik justru dapat menghambat pertumbuhan bibit pepaya. Kemudian biji pepaya ditanam pada kantong plastik, 1 kantong plastik ditanami 1 biji.

Selama di pembibitan bibit pepaya harus selalu mendapat air yang cukup. Oleh karena itu perlu dilakukan penyiraman paling tidak sehari sekali. Pada umur 1 bulan bibit pepaya diberi pupuk. Pupuk yang digunakan adalah urea dengan dosis 1 gram tiap bibit. Bibit sebaiknya diletakkan di tempat yang teduh, karena bibit belum tahan terhadap sinar matahari yang terik. Pada umur 2 bulan bibit pepaya dapat dipindah tanam di lapangan.
Teknik Menanam
Bibit yang sudah siap tanam diambil dari kantong plastik dengan cara merobek kantong plastik. Usahakan tanah di dalam kantong plastik masih tetap menempel di akar bibit. Hal ini dimaksudkan supaya tidak terjadi stagnasi pertumbuhan tanaman, yaitu tanaman berhenti tumbuh beberapa waktu karena harus beradaptasi dengan tanah yang baru. Sebelun penanaman sebaiknya dilakukan seleksi bibit. Bibit yang pertumbuhannya kurang baik, bengkok, atau terserang hama penyakit sebaiknya tidak perlu ditanam.

Bibit yang sudah terpilih dimasukkan dalam lobang tanam. Tanah di sekitar tanaman dipadatkan dengan tangan supaya tanaman cukup kuat dan tidak roboh. Setelah penanaman segera dilakukan penyiraman air secukupnya. Untuk tanaman baru tindakan penyiraman sangat diperlukan. Penyiraman dilakukan sehari sekali sampai tanaman berumur 1 bulan. Apalagi pada musim kemarau. Untuk itu sebaiknya penanaman dilakukan pada awal musim hujan.

Terimakasih telah membaca tips agar pohon pepaya pendek dan berbuah lebat. Semoga membantu.

Referensi:
1. http://agrobuah.wordpress.com/2011/06/08/pepaya-berbuah-cepat/ 2. Pengelolaan Tanah Pekarangan Sebagai Sumber Penghasilan yang Permanen, karya Imam Suprayitna, SP., penerbit: C.V. Aneka, cet. ke-1 Maret 1996, hal. 40-42

Upaya menanggulangi dampak negatif pestisida

0
Upaya menanggulangi dampak negatif pestisida sangat perlu untuk dilakukan mengingat penggunaan pestisida di lingkungan kita yang kian meningkat. Sangat mengkhawatirkan karena pemakaian obat-obatan yang berlebihan mlah dapat membuat hama menjadi kebal atau merusak tanah dan lingkungan.


Upaya menanggulangi dampak negatif pestisida

Upaya menanggulangi dampak negatif pestisida

Untuk mengurangi dampak penggunaan pestisida dapat pula dilakukan dengan cara menggunakan pestisida alami atau pestisida yang berasal dari tumbuhan (biopestisida). Biopestisida tidak mencemari lingkungan karena bersifat mudah terurai (biodegradable) sehingga relatif aman bagi ternak peliharaan dan manusia.

Sebagai contoh adalah air rebusan dari batang dan daun tomat dapat digunakan untuk memberantas ulat dan lalat hijau. Kita juga dapat menggunakan air rebusan daun kemanggi untuk memberantas serangga. Selain tumbuhan tersebut, masih banyak tumbuhan lain yang mengandung bioaktif pestisida seperti tanaman mindi, bunga mentega, rumput mala, tuba, kunir, kucai, dll. Pestisida adalah bahan yang berbahaya tetapi akan aman bila digunakan sesuai dengan aturannya.

Terimakasih telah berkunjung ke nagapena untuk membaca artikel  upaya menanggulangi dampak negatif pestisida.

Efek penggunaan pestisida bagi lingkungan

0
Efek penggunaan pestisida bagi lingkungan akan berbahaya jika pemakaian atau pengguaannya berlebihan. Pestisida pada awalnya memang dipakai untuk memberantas hama yang tidak diinginkan, akan tetapi pada jumlah tertentu justru seperti pisau bermata dua, bisa merugikan petani itu sendiri.

Efek penggunaan pestisida bagi lingkungan

1. Tanaman yang diberi pestisida dapat menyerap pestisida yang kemudian terdistribusi ke dalam akar, batang, daun, dan buah. Pestisida yang sukar terurai akan berkumpul pada hewan pemakan tumbuhan tersebut termasuk manusia. Secara tidak langsung dan tidak sengaja, tubuh mahluk hidup itu telah tercemar pestisida. Bila seorang ibu menyusui memakan makanan dari tumbuhan yang telah tercemar pestisida maka bayi yang disusui menanggung resiko yang lebih besar untuk teracuni oleh pestisida tersebut daripada sang ibu. Zat beracun ini akan pindah ke tubuh bayi lewat air susu yang diberikan. Dan kemudian racun ini akan terkumpul dalam tubuh bayi (bioakumulasi).

Efek penggunaan pestisida bagi lingkungan

Efek penggunaan pestisida bagi lingkungan bisa saja merugikan


2. Pestisida yang tidak dapat terurai akan terbawa aliran air dan masuk ke dalam sistem biota air (kehidupan air). Konsentrasi pestisida yang tinggi dalam air dapat membunuh organisme air diantaranya ikan dan udang. Sementara dalam kadar rendah dapat meracuni organisme kecil seperti plankton. Bila plankton ini termakan oleh ikan maka ia akan terakumulasi dalam tubuh ikan. Tentu saja akan sangat berbahaya bila ikan tersebut termakan oleh burung-burung atau manusia. Salah satu kasus yang pernah terjadi adalah turunnya populasi burung pelikan coklat dan burung kasa dari daerah Artika sampai daerah Antartika. Setelah diteliti ternyata burung-burung tersebut banyak yang tercemar oleh pestisida organiklor yang menjadi penyebab rusaknya dinding telur burung itu sehingga gagal ketika dierami. Bila dibiarkan terus tentu saja perkembangbiakan burung itu akan terhenti, dan akhirnya jenis burung itu akan punah.

3. Ada kemungkinan munculnya hama spesies baru yang tahan terhadap takaran pestisida yang diterapkan. Hama ini baru musnah bila takaran pestisida diperbesar jumlahnya. Akibatnya, jelas akan mempercepat dan memperbesar tingkat pencemaran pestisida pada makhluk hidup dan lingkungan kehidupan, tidak terkecuali manusia yang menjadi pelaku utamanya.

Sebagai konsumen, kita harus memperhatikan betul efek penggunaan pestisida bagi lingkungan, agar kelangsungan biota yang ada di sekitar kita tetap lestari.

Macam pestisida berdasarkan cara kerjanya

0
Macam pestisida berdasarkan cara kerjanya dibagi menjadi dua jenis yang disebut dengan pestisida kontak langsung dan sistemik, yaitu sebagai berikut :

Macam pestisida berdasarkan cara kerjanya

  • Pestisida sistemik (Systemic Pesticide): adalah pestisida yang diserap dan dialirkan ke seluruh bagian tanaman sehingga akan menjadi racun bagi hama yang memakannya. Kelebihannya tidak hilang karena disiram. Kelemahannya, ada bagian tanaman yang dimakan hama agar pestisida ini bekerja. Pestisida ini untuk mencegah tanaman dari serangan hama. Contoh: Neem oil.
Pestisida sistemik
 Pestisida sistemik berusaha melawan hama dengan cara sistematis
  • Pestisida kontak langsung (Contact pesticide): adalah pestisida yang reaksinya akan bekerja bila bersentuhan langsung dengan hama, baik ketika makan ataupun sedang berjalan. Jika hama sudah menyerang lebih baik menggunakan jenis pestisida ini. Contoh: Sebagian besar pestisida kimia. 
Pestisida kontak langsung
Pestisida kontak langsung memaksa pengguna untuk melawan hama secara berhadapan. 

Baca juga :

 Terimakasih telah membaca informasi mengenai macam pestisida berdasarkan cara kerjanya.

Macam pestisida berdasarkan sasarannya

0
Macam pestisida berdasarkan sasarannya setidaknya akan dibagi menjadi lima macam. Berikut adalah info selengkapnya.

Macam pestisida berdasarkan sasarannya:

1. Insektisida adalah pestisida yang digunakan untuk memberantas serangga seperti belalang, kepik, wereng, dan ulat. Insektisida juga digunakan untuk memberantas serangga di rumah, perkantoran atau gudang, seperti nyamuk, kutu busuk, rayap, dan semut. Contoh: basudin, basminon, tiodan, diklorovinil dimetil fosfat, diazinon,dll.

2. Fungisida adalah pestisida untuk memberantas/mencegah pertumbuhan jamur/cendawan seperti bercak daun, karat daun, busuk daun, dan cacar daun. Contoh: tembaga oksiklorida, tembaga (I) oksida, carbendazim, organomerkuri, dan natrium dikromat.

3. Bakterisida adalah pestisida untuk memberantas bakteri atau virus. Salah satu contoh bakterisida adalah tetramycin yang digunakan untuk membunuh virus CVPD yang menyerang tanaman jeruk. Umumnya bakteri yang telah menyerang suatu tanaman sukar diberantas. Pemberian obat biasanya segera diberikan kepada tanaman lainnya yang masih sehat sesuai dengan dosis tertentu.

Macam pestisida berdasarkan fungsi/sasarannya

 Macam pestisida berdasarkan sasarannya

4. Rodentisida adalah pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa hewan pengerat seperti tikus. Lazimnya diberikan sebagai umpan yang sebelumnya dicampur dengan beras atau jagung. Hanya penggunaannya harus hati-hati, karena dapat mematikan juga hewan ternak yang memakannya. Contohnya: Warangan.

5. Nematisida adalah pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa nematoda (cacing). Hama jenis ini biasanya menyerang bagian akar dan umbi tanaman. Nematisida biasanya digunakan pada perkebunan kopi atau lada. Nematisida bersifat dapat meracuni tanaman, jadi penggunaannya 3 minggu sebelum musim tanam. Selain memberantas nematoda, obat ini juga dapat memberantas serangga dan jamur. Dipasaran dikenal dengan nama DD, Vapam, dan Dazomet.

6. Herbisida adalah pestisida yang digunakan untuk membasmi tanaman pengganggu (gulma) seperti alang-alang, rerumputan, eceng gondok, dll. Contoh: ammonium sulfonat dan pentaklorofenol.

Sekian informasi mengenai  macam pestisida berdasarkan sasarannya semoga membantu.

Macam pestisida berdasarkan bahan dasarnya

0
Macam pestisida berdasarkan bahan dasarnya dibagi menjadi tiga macam. Berikut selengkapnya.

Macam pestisida berdasarkan bahan dasarnya

 Macam pestisida berdasarkan bahan dasarnya

  1. Pestisida organik (Organic pesticide): pestisida yang bahan aktifnya adalah bahan organik yang berasal dari bagian tanaman atau binatang, misal: neem oil yang berasal dari pohon mimba (neem).
  2. Pestisida elemen (Elemental pesticide): pestisida yang bahan aktifnya berasal dari alam seperti: sulfur.
  3. Pestisida kimia/sintetis (Syntetic pesticide): pestisida yang berasal dari campuran bahan-bahan kimia. 
Terimakasih telah membaca  artikel macam pestisida berdasarkan bahan dasarnya, semoga membantu.

Cara Menanam Lada

0
Cara menanam lada perlu untuk diperhatikan dengan cermat agar hasil yang didapatkan nantinya dapat benar-benar memuaskan. Tahap yang perlu untuk dilakukan yaitu mulai dari pembibitan, persiapan penanaman, dan pemeliharaan. Di sini saya akan memberikan sedikit informasi juga tentang pengolahan hasilnya.

Cara Menanam Lada yang benar

 Cara menanam lada yang benar harus diperhatikan.

PROSES PEMILIHAN BIBIT 
Bibit yang akan ditanam bisa anda ambil dari hasil stek ataupun juga dari biji.
A. Bibit Dari Bij
Pemilihan bibit dari biji sebaiknya dipakai kalau memang tidak ada lagi bahan stek karena biayanya yang cenderung mahal. Bahan bibit diambilkan dari biji yang betul-¬betul sudah tua, dan dari buah yang terisolir yaitu buah-buah yang tandannya di¬bungkus pada waktu masih berupa bunga.

B. Bibit dari hasil stek.
Cara ini lazim dipergunakan karena mudah dan murah. Syarat-syarat bahan stek yang baik :
  • Berasal dari sulur panjat yang tumbuhnya keatas dan melekat pada pohon sandaran.
  • Panjang stek sekurang-kurangnya 7 ruas (dapat diambil terus menerus dari satu tanaman). 
  • Stek diambil dari batang yang sudah agak mengayu dan dari tanaman yang sudah berumur ± 2 tahun. 
  • Pohon induk harus kuat, pertumbuhan bagus, dan daun berwarna hijau tua. 

PERSIAPAN DAN PENANAMAN DI KEBUN 
Persiapan di kebun.
Sediakan tiang-tiang pemanjat (pendukung).
  • Tiang pemanjat ada 2 macam yaitu: tiang kayu/beton, dan pohon hidup (dadap minyak, dadap duri).
  • Tiang-tiang pemanjat ditanam dengan jarak 2,5 x 2,5 m. 
  • Lubang tanaman dibuat disekeliling tiang pemanjat dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm. 
  • Apabila tanah miring buatlah teras-teras atau tanamlah tanaman penutup tanah.
  • Pada tanah yang datar buatlah selokan-selokan pembuang air. 
Penanaman di kebun.
  • Stek langsung ditanamkan pada lubang tanam yang telah dipersiapkan didekat tiang pemanjat. 
  • Bagian stek yang dimasukkan kedalam tanah adalah 4 buku/ruas. 
  • Stek diletakkan miring didekat permukaan tanah. 
  • Sebaiknya tanah galian terlebih dahulu dicampur dengan pupuk kandang/kompos secukupnya. 
  • Berilah pelindung pada stek yang baru ditanam tersebut. 
Cara Menanam Lada

 Cara menanam lada

PEMELIHARAAN. 
  • Bersihkan kebun dari rerumputan pengganggu.
  • Pangkaslah pohon-pohon pemanjat, pada musim penghujan dengan pemangkasan berat dan pada musim kemarau dengan pemangkasan ringan. 
  • Ikatlah tanaman pada tiang-tiang pemanjat agar tanaman melekat pada tiang sebelum akar perekat menjadi kuat. 
  • Yang diikat hanyalah cabang yang tumbuh keatas sedangkan cabang-cabang samping tidak perlu. • Buanglah cabang-cabang pada pangkal pohon yang menutup tanah. Pemangkasan.
Tujuan :
  • Untuk memperoleh cabang samping (cabang buah) yang lebih banyak. 
  • Untuk mendapatkan pohon yang rimbun. 
Cara pemangkasan :
  • Pemangkasan dilakukan pada ruas yang tidak terdapat cabang-cabang samping. 
  • Apabila tanaman sudah mempunyai 8 atau 9 ruas maka harus dipangkas pada ketinggian 25-30 cm dari tanah. 
  • Tunas yang tumbuh dari batang stek utama harus dipangkas pula dan pangkasannya dapat dijadikan sebagai bahan stek. 
  • Sulur-sulur yang kemudian tumbuh diikatkan ketiang pemanjat dan bila telah lebih dari 10 ruas dipangkas lagi hingga tinggal 3-4 ruas dari pangkasan pertama. 
  • Pemangkasan dilakukan terus sampai sulur mencapai ujung tiang pemanjat.
PEMUPUKAN TANAMAN LADA. 
Untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil yang tinggi tanaman lada perlu diberikan pupuk organis (pupuk kandang, kompos) dan pupuk anorganis (pupuk buatan). Pupuk organis diberikan sebagai pupuk pendahuluan sebanyak 5-10 kg per lubang tanaman. Untuk pupuk buatan dapat diberikan pupuk Urea, TSP dan KCL. Dosis pupuk. Dosis pupuk tergantung kepada kesuburan tanah, umur tanaman, dan lain-lain. Sebagai pedoman umum pemupukan lada dengan Urea, TSP dan KCL dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Untuk tanaman muda:
I. Umur 8-12 bulan:
  • Urea : 50 gr/pohon/tahun. 
  • TSP : 25 gr/pohon/tahun. 
  • KCL : 20 gr/pohon/tahun. 

II. Umur 1-2 tahun:
  • Urea : 100 gr/pohon/tahun. 
  • TSP : 50 gr/pohon/tahun. 
  • KCL : 40 gr/pohon/tahun. 
III. Umur 2-3 tahun:
  • Urea : 200 gr/pohon/tahun. 
  • TSP : 100 gr/pohon/tahun. 
  • KCL : 80 gr/pohon/tahun. 
b. Untuk tanaman yang sudah berproduksi.
Dosis pupuk yang diberikan sebagai berikut:
  • Urea : 400 — 500 kg/Ha/Tahun. 
  • TSP : 400 - 500 kg/Ha/Tahun. 
  • KCL : 300 — 375 kg/Ha/Tahun. 
Waktu pemupukan. Pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun, yakni pada setiap awal dan akhir musim penghujan diberikan masing-masingnya setengah bahagian dari dosis diatas.

Cara pemupukan tanaman lada. 
Buatlah lubang pdpuk/parit kecil disekeliling pangkal batang sejarak ujung dari tajuk pohon. Campurkanlah pupuk Urea, TSP dan KCL sesuai dengan dosis kemudian dimasukkan ke dalam lubang pupuk tersebut. • Setelah pupuk dimasukkan segera ditutup kembali dengan tanah. Catatan: Pupuk dapat diberikan secara sendiri-sendiri atau secara campuran. Pencampuran Urea, TSP dan KCL hanya dapat dilakukan apabila setelah pencampuran tersebut segera dilaksanakan pemupukan, dan pupuk yang sudah tercampur tadi harus habis dalam satu kali pemupukan.

PENGOLAHAN HASIL TANAMAN LADA. 
Setidaknya terdapat 2 cara dalam pengolahan lada yang anda hasilkan yaitu:
A. Agar hasil akhir yang didapatkan berupa lada putih, langkah yang perlu anda lakukan adalah sebagai berikut:
  • Buah lada yang baru dipetik dimasukkan dalam karung dan direndam dalam air yang mengalir. 
  • Sesudah direndam kemudian dibersihkan; bijinya dipisahkan dari kulitnya dan tangkai, dengan cara diinjak-injak, kemudian diayak. Setelah dipisahkan kemudian biji lada direndam kembali dalam. air mengalir 1-2 hari sehingga biji menjadi putih bersih. 
  • Setelah bersih kemudian biji lada dijemur sampai kering kira-kira 3 hari. 

B. Agar hasil yang diperoleh menjadi lada hitam, langkah yang perlu anda lakukan sebagai berikut:
  • Buah lada setelah dipetik Iangsung dijemur dipanas matahari selama kira-kira 2-3 hari. 
  • Sambil menjemur buah lada dipisahkan dari tangkai-tangkainya. 
  • Kemudian diayak sampai bersih. Cara menanam lada di atas semoga bisa menambah informasi untuk anda. 
Cara menanam lada di atas semoga bisa menambah informasi untuk anda.

Cara Menanam Buah Naga Di Pot

0

Cara Menanam Buah Naga Di Pot

Cara menanam buah naga di pot memang sedikit lebih ekstra dibandingkan dengan penanaman di kebun. Penanaman dalam media pot sangat cocok apabila anda ingin bercocok tanam dalam jumlah yang relatif kecil. Tanaman tersebut tentu juga dapat menghiasi rumah anda. Di sisi lain, tanaman dalam pot memiliki keuntungan dapat dipindah ke tempat lain sesuai keinginan anda. Berikut adalah tahapan yang anda perlukan untuk bertanam buah naga di dalam pot.

1. Tahap Penyiapan Pot
Pot yang digunakan dapat berbahan semen, plastic, atau drum yang telah dipotong. Akan tetapi, karena tanaman buah naga memerlukan perubahan suhu yang cukup signifikan dari siang dan malam saat pembungaan, pot dari bahan tanah liat menjadi pilihan yang paling ideal. Ukuran yang dipakai minimal 40cm untuk diameternya, semakin besar tentu akan lebih baik.

2. Tahap Penyiapan Tiang Panjat
Untuk menopang rambatan buah naga, nantinya akan diperlukan tiang panjat yang kokoh . Akar udara dan beberapa cabang produktif tanaman buah naga yang berbobot akan melilit di tiang panjat tersebut. Akan tetapi, perlu dicermati agar tidak sampai penempatan tiang panjat merusak pot tanaman. Tiang panjat dapat dibuat dari beton berdiameter 10cm agar kuat, karena tanaman buah naga dapat bertahan dalam waktu bertahun-tahun. Untuk ukuran tinggi tiang pancang antara 1,5m sampai 2m disesuaikan dengan ukuran pot. Pastikan tiang panjat memiliki kaki penguat agar tidak mudah goyah. Pemasangan besi penguat perlu untuk dicermati agar tidak mudah berkarat. Untuk bagian atasan, dapat diberi lajur melingkar seperti stir mobil agar dapat menjadi penyangga cabang produktif.

Cara menanam buah naga di pot memang cukup menarik.


3. Tahap Penyiapan Media Penanaman
Langkah selanjutnya setelah pot tanam dan tiang panjat disiapkan, yaitu menyiapkan media penanaman. Bahan yang disiapkan yaitu pupuk kandang, tanah, pasir dan kompos dengan perbandingan 3:1:2:1. Anda juga dapat menambahkan kapur pertanian (dolomite) 100gr untuk dicampurkan. Setelah dicampur rata, siram media tersebut dengan air hingga jenuh dan biarkan sampai semalam.

4. Tahap Penanaman Bibit
Pilih bibit yang sudah tua, besar, berwarna hijau tua keabuan yang benar-benar sehat untuk hasil yang maksimal. Panjang bibit yang ideal yaitu 30cm. Pastikan bibit tertanam kuat di pot agar tidak mudah goyah. Selanjutnya tanaman dapat disiram air dan diletakkan ditempat terbuka yang terkena matahari langsung.

5. Tahap Pemeliharaan Tanaman
Pada dasarnya pemeliharaan tanaman buah naga yang ditanam di dalam pot tidak jauh berbeda dengan yang ditanam dikebun secara langsung. Pemeliharaan meliputi tahapan pemupukan, penyiraman dan pemangkasan cabang yang tidak diperlukan. Perlu anda cermati bahwa tanaman harus dipastikan menempel dengan baik pada tiang panjat yang telah dibuat, oleh karena itu anda perlu mengikat batang buah naga pada tiang panjat tersebut dengan menggunakan tali atau kawat akan tetapi tidak boleh terlalu kencang agar tidak merusak batang atau cabang tanaman seiring pertumbuhannya yang semakin membesar.

Sekian cara menanam buah naga di pot dari Nagapena, semoga berhasil.