Upaya menanggulangi dampak negatif pestisida

0
Upaya menanggulangi dampak negatif pestisida sangat perlu untuk dilakukan mengingat penggunaan pestisida di lingkungan kita yang kian meningkat. Sangat mengkhawatirkan karena pemakaian obat-obatan yang berlebihan mlah dapat membuat hama menjadi kebal atau merusak tanah dan lingkungan.


Upaya menanggulangi dampak negatif pestisida

Upaya menanggulangi dampak negatif pestisida

Untuk mengurangi dampak penggunaan pestisida dapat pula dilakukan dengan cara menggunakan pestisida alami atau pestisida yang berasal dari tumbuhan (biopestisida). Biopestisida tidak mencemari lingkungan karena bersifat mudah terurai (biodegradable) sehingga relatif aman bagi ternak peliharaan dan manusia.

Sebagai contoh adalah air rebusan dari batang dan daun tomat dapat digunakan untuk memberantas ulat dan lalat hijau. Kita juga dapat menggunakan air rebusan daun kemanggi untuk memberantas serangga. Selain tumbuhan tersebut, masih banyak tumbuhan lain yang mengandung bioaktif pestisida seperti tanaman mindi, bunga mentega, rumput mala, tuba, kunir, kucai, dll. Pestisida adalah bahan yang berbahaya tetapi akan aman bila digunakan sesuai dengan aturannya.

Terimakasih telah berkunjung ke nagapena untuk membaca artikel  upaya menanggulangi dampak negatif pestisida.

Efek penggunaan pestisida bagi lingkungan

0
Efek penggunaan pestisida bagi lingkungan akan berbahaya jika pemakaian atau pengguaannya berlebihan. Pestisida pada awalnya memang dipakai untuk memberantas hama yang tidak diinginkan, akan tetapi pada jumlah tertentu justru seperti pisau bermata dua, bisa merugikan petani itu sendiri.

Efek penggunaan pestisida bagi lingkungan

1. Tanaman yang diberi pestisida dapat menyerap pestisida yang kemudian terdistribusi ke dalam akar, batang, daun, dan buah. Pestisida yang sukar terurai akan berkumpul pada hewan pemakan tumbuhan tersebut termasuk manusia. Secara tidak langsung dan tidak sengaja, tubuh mahluk hidup itu telah tercemar pestisida. Bila seorang ibu menyusui memakan makanan dari tumbuhan yang telah tercemar pestisida maka bayi yang disusui menanggung resiko yang lebih besar untuk teracuni oleh pestisida tersebut daripada sang ibu. Zat beracun ini akan pindah ke tubuh bayi lewat air susu yang diberikan. Dan kemudian racun ini akan terkumpul dalam tubuh bayi (bioakumulasi).

Efek penggunaan pestisida bagi lingkungan

Efek penggunaan pestisida bagi lingkungan bisa saja merugikan


2. Pestisida yang tidak dapat terurai akan terbawa aliran air dan masuk ke dalam sistem biota air (kehidupan air). Konsentrasi pestisida yang tinggi dalam air dapat membunuh organisme air diantaranya ikan dan udang. Sementara dalam kadar rendah dapat meracuni organisme kecil seperti plankton. Bila plankton ini termakan oleh ikan maka ia akan terakumulasi dalam tubuh ikan. Tentu saja akan sangat berbahaya bila ikan tersebut termakan oleh burung-burung atau manusia. Salah satu kasus yang pernah terjadi adalah turunnya populasi burung pelikan coklat dan burung kasa dari daerah Artika sampai daerah Antartika. Setelah diteliti ternyata burung-burung tersebut banyak yang tercemar oleh pestisida organiklor yang menjadi penyebab rusaknya dinding telur burung itu sehingga gagal ketika dierami. Bila dibiarkan terus tentu saja perkembangbiakan burung itu akan terhenti, dan akhirnya jenis burung itu akan punah.

3. Ada kemungkinan munculnya hama spesies baru yang tahan terhadap takaran pestisida yang diterapkan. Hama ini baru musnah bila takaran pestisida diperbesar jumlahnya. Akibatnya, jelas akan mempercepat dan memperbesar tingkat pencemaran pestisida pada makhluk hidup dan lingkungan kehidupan, tidak terkecuali manusia yang menjadi pelaku utamanya.

Sebagai konsumen, kita harus memperhatikan betul efek penggunaan pestisida bagi lingkungan, agar kelangsungan biota yang ada di sekitar kita tetap lestari.

Macam pestisida berdasarkan cara kerjanya

0
Macam pestisida berdasarkan cara kerjanya dibagi menjadi dua jenis yang disebut dengan pestisida kontak langsung dan sistemik, yaitu sebagai berikut :

Macam pestisida berdasarkan cara kerjanya

  • Pestisida sistemik (Systemic Pesticide): adalah pestisida yang diserap dan dialirkan ke seluruh bagian tanaman sehingga akan menjadi racun bagi hama yang memakannya. Kelebihannya tidak hilang karena disiram. Kelemahannya, ada bagian tanaman yang dimakan hama agar pestisida ini bekerja. Pestisida ini untuk mencegah tanaman dari serangan hama. Contoh: Neem oil.
Pestisida sistemik
 Pestisida sistemik berusaha melawan hama dengan cara sistematis
  • Pestisida kontak langsung (Contact pesticide): adalah pestisida yang reaksinya akan bekerja bila bersentuhan langsung dengan hama, baik ketika makan ataupun sedang berjalan. Jika hama sudah menyerang lebih baik menggunakan jenis pestisida ini. Contoh: Sebagian besar pestisida kimia. 
Pestisida kontak langsung
Pestisida kontak langsung memaksa pengguna untuk melawan hama secara berhadapan. 

Baca juga :

 Terimakasih telah membaca informasi mengenai macam pestisida berdasarkan cara kerjanya.

Macam pestisida berdasarkan sasarannya

0
Macam pestisida berdasarkan sasarannya setidaknya akan dibagi menjadi lima macam. Berikut adalah info selengkapnya.

Macam pestisida berdasarkan sasarannya:

1. Insektisida adalah pestisida yang digunakan untuk memberantas serangga seperti belalang, kepik, wereng, dan ulat. Insektisida juga digunakan untuk memberantas serangga di rumah, perkantoran atau gudang, seperti nyamuk, kutu busuk, rayap, dan semut. Contoh: basudin, basminon, tiodan, diklorovinil dimetil fosfat, diazinon,dll.

2. Fungisida adalah pestisida untuk memberantas/mencegah pertumbuhan jamur/cendawan seperti bercak daun, karat daun, busuk daun, dan cacar daun. Contoh: tembaga oksiklorida, tembaga (I) oksida, carbendazim, organomerkuri, dan natrium dikromat.

3. Bakterisida adalah pestisida untuk memberantas bakteri atau virus. Salah satu contoh bakterisida adalah tetramycin yang digunakan untuk membunuh virus CVPD yang menyerang tanaman jeruk. Umumnya bakteri yang telah menyerang suatu tanaman sukar diberantas. Pemberian obat biasanya segera diberikan kepada tanaman lainnya yang masih sehat sesuai dengan dosis tertentu.

Macam pestisida berdasarkan fungsi/sasarannya

 Macam pestisida berdasarkan sasarannya

4. Rodentisida adalah pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa hewan pengerat seperti tikus. Lazimnya diberikan sebagai umpan yang sebelumnya dicampur dengan beras atau jagung. Hanya penggunaannya harus hati-hati, karena dapat mematikan juga hewan ternak yang memakannya. Contohnya: Warangan.

5. Nematisida adalah pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa nematoda (cacing). Hama jenis ini biasanya menyerang bagian akar dan umbi tanaman. Nematisida biasanya digunakan pada perkebunan kopi atau lada. Nematisida bersifat dapat meracuni tanaman, jadi penggunaannya 3 minggu sebelum musim tanam. Selain memberantas nematoda, obat ini juga dapat memberantas serangga dan jamur. Dipasaran dikenal dengan nama DD, Vapam, dan Dazomet.

6. Herbisida adalah pestisida yang digunakan untuk membasmi tanaman pengganggu (gulma) seperti alang-alang, rerumputan, eceng gondok, dll. Contoh: ammonium sulfonat dan pentaklorofenol.

Sekian informasi mengenai  macam pestisida berdasarkan sasarannya semoga membantu.

Macam pestisida berdasarkan bahan dasarnya

0
Macam pestisida berdasarkan bahan dasarnya dibagi menjadi tiga macam. Berikut selengkapnya.

Macam pestisida berdasarkan bahan dasarnya

 Macam pestisida berdasarkan bahan dasarnya

  1. Pestisida organik (Organic pesticide): pestisida yang bahan aktifnya adalah bahan organik yang berasal dari bagian tanaman atau binatang, misal: neem oil yang berasal dari pohon mimba (neem).
  2. Pestisida elemen (Elemental pesticide): pestisida yang bahan aktifnya berasal dari alam seperti: sulfur.
  3. Pestisida kimia/sintetis (Syntetic pesticide): pestisida yang berasal dari campuran bahan-bahan kimia. 
Terimakasih telah membaca  artikel macam pestisida berdasarkan bahan dasarnya, semoga membantu.

Cara dan manfaat menggunakan kitolod untuk mata

0
Tahukah anda cara dan manfaat menggunakan kitolod untuk mata? Tahukah anda sebenarnya tanaman ini? Tanaman ini biasa tumbuh liar di tepi jalan, parit, atau tempat yang cukup lembab . Secara sekilas seolah tanaman ini tidak memiliki manfaat. Akan tetapi, ternyata menurut penelitian tanaman kitolod ini memiliki khasiat yang cukup bagus untuk melawan gangguan mata baik itu rabun, katarak, minus, plus, bahkan juga kanker.

Cara dan manfaat menggunakan kitolod untuk mata

 Cara dan manfaat menggunakan kitolod untuk mata

Secara ilmiah tanaman ini mempunyai nama ilmiah Isotoma longiflora atau Laurentia longiflorayang mengandung senyawa alkaloid yakni lobelin, lobelamin dan isotomin. Daunnya mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, dan polifenol. Getah tanaman mengandung racun, tetapi bagian tanaman lain memiliki efek antiradang (antiflamasi), antikanker (antineoplasmik), menghilangkan nyeri dan menghentikan pendarahan.

Menurut Prof.(HC) Dr. H.W. Isnandar, seorang pakar TOGA pimpinan Jamu Dayang Sumbi, kita dapat menggunakan bunga segar kitolod untuk pengobatan mata mulai dari rabun, katarak bahkan mata minus dan plus. Hanya dengan mengambil bunga kitolod yang masih segar, kemudian dimasukkan kedalam segelas air putih, gelas ditutup dan dibiarkan 5 menit kemudian digunakan untuk merambang atau merendam mata.

Hal ini dilakukan tiap hari sampai sembuh. Selain bunganya, di beberapa daerah juga digunakan beberapa daun kitolod yang telah dipotong pucuknya, kemudian di celupkan dalam segelas air bersih dan digunakan untuk menetesi mata. Mata akan terasa sangat pedih, tetesi terus sampai rasa pedihnya berkurang dan hilang. Perlu diingat, baik bunga maupun daun kitolod yang digunakan haruslah benar benar bersih. Disarankan untuk menggunakan daun atau bunga kitolod yang dibudidayakan, atau tidak mengunakan tanaman ki tolod yang berasal dari tempat yang kotor yang pada akhirnya justru akan memperparah penyakit mata kita.
Prof. DR (HC) H. W. Isnandar menyebutkan bahwa kitolod juga merupakan tanaman penting dalam menyembuhkan kanker.

manfaat tanaman kitolod

 Manfaat tanaman kitolod untuk mata minus, plus, rabun


Berikut adalah ramuan untuk menyembuhkan penyakit kanker :
Ada 4 bahan yaitu :
Bahan I :
  • Tumbuhan Kitolod 7 tangkai (dari akar hingga daun)
  • Lempuyang 7 tangkai (dari akar hingga daun) 
  • Kesambi (Inbau) 7 pucuk daun 
  • Benalu teh 7 lembar (yang basah) 
  • Benalu cengkeh 7 lembar (yang basah) 
  • Benalu coklat 7 lembar (yang basah) 
Cara membuat :
  • Rebus semua bahan dengan air sebanyak 3 gelas hingga mendidih, sisakan hingga 2.5 gelas. Setelah dingin peras dan ambil airnya saja, sisihkan.

Bahan II :
  • Kunir putih 2.5 kg 
  • Bangle 0.5 kg 
  • Lempuyang 0.5 kg 
Cara membuat :
  • Semua bahan diparut lalu diperas tanpa tambahan air. Sisihkan setengah jam untuk diambil sarinya saja, sedangkan kanji yang tersisa di bagian bawah dibuang. 
Bahan III :
  • Biji Kedawung 0.25 kg 
Cara membuat :
  • Goreng kedawung tanpa minyak (sangrai) hingga mekar dan buang kulitnya. 
  • Kemudian tumbuk dan ayak halus, sisihkan. 
Bahan IV :
  • Paku bumi 2 cm 
  • Jamurkayu 1 keping selembar telapak orang dewasa 
Cara membuat :
  • Parut kedua bahan tersebut lalu dicampur menjadi satu dengan bahan ketiga. 
Cara buat seluruh bahan :
  • Keempat bahan tersebut diatas dicampur menjadi satu lalu direbus hingga mendidih 
  • Tambahkan gula sebanyak 350 gram dan garam secukupnya 
  • Aduk hingga rata dan mengkristal (sampai kering) 
  • Angkat dan dinginkan 
  • Lalu ayak hingga halus 
Cara pemakaian : Campurkan 1 sendok makan ramuan diatas dengan 0.5 gelas air hangat sesuai dengan kebutuhan.
Terimakasih telah membaca artikel cara dan manfaat menggunakan kitolod untuk mata. Semoga dapat membantu anda.(deptan.go.id)

Cara Menanam Lada

0
Cara menanam lada perlu untuk diperhatikan dengan cermat agar hasil yang didapatkan nantinya dapat benar-benar memuaskan. Tahap yang perlu untuk dilakukan yaitu mulai dari pembibitan, persiapan penanaman, dan pemeliharaan. Di sini saya akan memberikan sedikit informasi juga tentang pengolahan hasilnya.

Cara Menanam Lada yang benar

 Cara menanam lada yang benar harus diperhatikan.

PROSES PEMILIHAN BIBIT 
Bibit yang akan ditanam bisa anda ambil dari hasil stek ataupun juga dari biji.
A. Bibit Dari Bij
Pemilihan bibit dari biji sebaiknya dipakai kalau memang tidak ada lagi bahan stek karena biayanya yang cenderung mahal. Bahan bibit diambilkan dari biji yang betul-¬betul sudah tua, dan dari buah yang terisolir yaitu buah-buah yang tandannya di¬bungkus pada waktu masih berupa bunga.

B. Bibit dari hasil stek.
Cara ini lazim dipergunakan karena mudah dan murah. Syarat-syarat bahan stek yang baik :
  • Berasal dari sulur panjat yang tumbuhnya keatas dan melekat pada pohon sandaran.
  • Panjang stek sekurang-kurangnya 7 ruas (dapat diambil terus menerus dari satu tanaman). 
  • Stek diambil dari batang yang sudah agak mengayu dan dari tanaman yang sudah berumur ± 2 tahun. 
  • Pohon induk harus kuat, pertumbuhan bagus, dan daun berwarna hijau tua. 

PERSIAPAN DAN PENANAMAN DI KEBUN 
Persiapan di kebun.
Sediakan tiang-tiang pemanjat (pendukung).
  • Tiang pemanjat ada 2 macam yaitu: tiang kayu/beton, dan pohon hidup (dadap minyak, dadap duri).
  • Tiang-tiang pemanjat ditanam dengan jarak 2,5 x 2,5 m. 
  • Lubang tanaman dibuat disekeliling tiang pemanjat dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm. 
  • Apabila tanah miring buatlah teras-teras atau tanamlah tanaman penutup tanah.
  • Pada tanah yang datar buatlah selokan-selokan pembuang air. 
Penanaman di kebun.
  • Stek langsung ditanamkan pada lubang tanam yang telah dipersiapkan didekat tiang pemanjat. 
  • Bagian stek yang dimasukkan kedalam tanah adalah 4 buku/ruas. 
  • Stek diletakkan miring didekat permukaan tanah. 
  • Sebaiknya tanah galian terlebih dahulu dicampur dengan pupuk kandang/kompos secukupnya. 
  • Berilah pelindung pada stek yang baru ditanam tersebut. 
Cara Menanam Lada

 Cara menanam lada

PEMELIHARAAN. 
  • Bersihkan kebun dari rerumputan pengganggu.
  • Pangkaslah pohon-pohon pemanjat, pada musim penghujan dengan pemangkasan berat dan pada musim kemarau dengan pemangkasan ringan. 
  • Ikatlah tanaman pada tiang-tiang pemanjat agar tanaman melekat pada tiang sebelum akar perekat menjadi kuat. 
  • Yang diikat hanyalah cabang yang tumbuh keatas sedangkan cabang-cabang samping tidak perlu. • Buanglah cabang-cabang pada pangkal pohon yang menutup tanah. Pemangkasan.
Tujuan :
  • Untuk memperoleh cabang samping (cabang buah) yang lebih banyak. 
  • Untuk mendapatkan pohon yang rimbun. 
Cara pemangkasan :
  • Pemangkasan dilakukan pada ruas yang tidak terdapat cabang-cabang samping. 
  • Apabila tanaman sudah mempunyai 8 atau 9 ruas maka harus dipangkas pada ketinggian 25-30 cm dari tanah. 
  • Tunas yang tumbuh dari batang stek utama harus dipangkas pula dan pangkasannya dapat dijadikan sebagai bahan stek. 
  • Sulur-sulur yang kemudian tumbuh diikatkan ketiang pemanjat dan bila telah lebih dari 10 ruas dipangkas lagi hingga tinggal 3-4 ruas dari pangkasan pertama. 
  • Pemangkasan dilakukan terus sampai sulur mencapai ujung tiang pemanjat.
PEMUPUKAN TANAMAN LADA. 
Untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil yang tinggi tanaman lada perlu diberikan pupuk organis (pupuk kandang, kompos) dan pupuk anorganis (pupuk buatan). Pupuk organis diberikan sebagai pupuk pendahuluan sebanyak 5-10 kg per lubang tanaman. Untuk pupuk buatan dapat diberikan pupuk Urea, TSP dan KCL. Dosis pupuk. Dosis pupuk tergantung kepada kesuburan tanah, umur tanaman, dan lain-lain. Sebagai pedoman umum pemupukan lada dengan Urea, TSP dan KCL dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Untuk tanaman muda:
I. Umur 8-12 bulan:
  • Urea : 50 gr/pohon/tahun. 
  • TSP : 25 gr/pohon/tahun. 
  • KCL : 20 gr/pohon/tahun. 

II. Umur 1-2 tahun:
  • Urea : 100 gr/pohon/tahun. 
  • TSP : 50 gr/pohon/tahun. 
  • KCL : 40 gr/pohon/tahun. 
III. Umur 2-3 tahun:
  • Urea : 200 gr/pohon/tahun. 
  • TSP : 100 gr/pohon/tahun. 
  • KCL : 80 gr/pohon/tahun. 
b. Untuk tanaman yang sudah berproduksi.
Dosis pupuk yang diberikan sebagai berikut:
  • Urea : 400 — 500 kg/Ha/Tahun. 
  • TSP : 400 - 500 kg/Ha/Tahun. 
  • KCL : 300 — 375 kg/Ha/Tahun. 
Waktu pemupukan. Pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun, yakni pada setiap awal dan akhir musim penghujan diberikan masing-masingnya setengah bahagian dari dosis diatas.

Cara pemupukan tanaman lada. 
Buatlah lubang pdpuk/parit kecil disekeliling pangkal batang sejarak ujung dari tajuk pohon. Campurkanlah pupuk Urea, TSP dan KCL sesuai dengan dosis kemudian dimasukkan ke dalam lubang pupuk tersebut. • Setelah pupuk dimasukkan segera ditutup kembali dengan tanah. Catatan: Pupuk dapat diberikan secara sendiri-sendiri atau secara campuran. Pencampuran Urea, TSP dan KCL hanya dapat dilakukan apabila setelah pencampuran tersebut segera dilaksanakan pemupukan, dan pupuk yang sudah tercampur tadi harus habis dalam satu kali pemupukan.

PENGOLAHAN HASIL TANAMAN LADA. 
Setidaknya terdapat 2 cara dalam pengolahan lada yang anda hasilkan yaitu:
A. Agar hasil akhir yang didapatkan berupa lada putih, langkah yang perlu anda lakukan adalah sebagai berikut:
  • Buah lada yang baru dipetik dimasukkan dalam karung dan direndam dalam air yang mengalir. 
  • Sesudah direndam kemudian dibersihkan; bijinya dipisahkan dari kulitnya dan tangkai, dengan cara diinjak-injak, kemudian diayak. Setelah dipisahkan kemudian biji lada direndam kembali dalam. air mengalir 1-2 hari sehingga biji menjadi putih bersih. 
  • Setelah bersih kemudian biji lada dijemur sampai kering kira-kira 3 hari. 

B. Agar hasil yang diperoleh menjadi lada hitam, langkah yang perlu anda lakukan sebagai berikut:
  • Buah lada setelah dipetik Iangsung dijemur dipanas matahari selama kira-kira 2-3 hari. 
  • Sambil menjemur buah lada dipisahkan dari tangkai-tangkainya. 
  • Kemudian diayak sampai bersih. Cara menanam lada di atas semoga bisa menambah informasi untuk anda. 
Cara menanam lada di atas semoga bisa menambah informasi untuk anda.